Waktu aku duduk di taman belakang dengan tampa sengaja pemandangan dari tempat duduk aku di sebelah kiri terlihat pohon rambutan tetangga yang sedang berbuah lebat. Dari jauh aku udah tau kalo jenis rambutan yang ngegantung menggiurkan itu jenis rambuta rapi’ah. Mmhhh…aku udah ngebayangin tentang rambutan yang masih hijau-hijau itu…itu kan jenis rapi’ah, aku tau betul jenis rambutan ini walaupun warna buahnya masih hijau tapi rasanya enak banget. Manis, tidak berair…dan kulit bisa terpisah total dari bijinya…mmhhh gw utarakan tentang bayangan aku itu sama kakakku. Eh dengan semangat 45 dia menawarkan untuk meminta buah rambutan itu ketetangga belakang rumahku itu dengan membawa pasukan adik aku yang lain dan satu temenku pergilah mereka dalam rangka memenuhi khayalanku tentang buah milik tetangga itu, and you know what? Saat itu baru saja terdengar adzan maghrib! Sedangkan aku, aku masih menungggu dikursi yang sama ditaman belakang. Terdengar olehku cekikikannya adiku dan temenku yang naik pohon rambutan tersebut. Kayanya sih mereka berhasil. Engga lama mereka pun menghadiahi-ku dengan sekantong plastik hitam rambutan rapi’ah..tentu aku engga makan sendiri, mereka pun menyerbu rambutan-rambutan yang dipenuhi semut-semut hitam itu.
Rupanya yang ngidam bukan aku aja sore ini, katanya mereka juga udah lama pengen nyobain rambutan tetangga. Pantas saja waktu aku bilang pengen mereka langsung bersemangat.. alasan yang diberikan ke tetangga : “ bu maaf bisa engga saya minta rambutannya? Adik saya ngidam pengen rambutan ibu.”
….
Rupanya yang ngidam bukan aku aja sore ini, katanya mereka juga udah lama pengen nyobain rambutan tetangga. Pantas saja waktu aku bilang pengen mereka langsung bersemangat.. alasan yang diberikan ke tetangga : “ bu maaf bisa engga saya minta rambutannya? Adik saya ngidam pengen rambutan ibu.”
….


0 Comments:
Post a Comment
<< Home